Wednesday, 30 November 2016

Ada Apa di Balik Pemahaman Bid’ah Wahabi?

Wahabi begitu kukuh mempertahankan pendapat mereka tentang tidak adanya bid'ah hasanah. Padahal pemahaman bid'ah seperti itu jelas-jelas berbeda dengan pendapat para ulama terdahulu. Padahal dalil-dalil para ulama terdahulu sudah cukup jelas dan sahih di dalam membenarkan adanya bid'ah hasanah. Saya jadi bertanya-tanya, ada apa sesungguhnya di balik pemahaman bid'ah mereka itu?

Saya curiga, jangan-jangan di balik pemahaman bid’ah kelompok Wahabi itu sesungguhnya ada tangan-tangan musuh Islam yang bermain (mengingat sejarah berdirinya gerakan Wahabi ini memang diwarnai oleh konspirasi penjajahan). Pemahaman bid’ah yang dipelihara dan dihembuskan dengan gencar untuk dapat dengan mudah melemahkan semangat juang kaum muslimin. Untuk dapat membuat kaum muslimin mati kutu dalam inovasi-inovasi dakwah dan perjuangannya, sehingga dapat dengan mudah dikalahkan tanpa perlu

Monday, 28 November 2016

Kedustaan Kelompok Wahabi tentang Ucapan Imam Syafi’i




Telah masyhur di kalangan ulama Ahlus Sunnah Waljama’ah bahwa Imam Syafi’i membenarkan atau membolehkan adanya bid’ah hasanah (bid’ah yang baik). Hal ini dikarenakan Imam Syafi’i sendiri yang berkata sebagai berikut:

 
الْمُحْدَثَاتُ مِنَ اْلأُمُوْرِ ضَرْبَانِ : أَحَدُهُمَا : مَا أُحْدِثَ ِممَّا يُخَالـِفُ كِتَابًا أَوْ سُنَّةً أَوْ أَثرًا أَوْ إِجْمَاعًا ، فهَذِهِ اْلبِدْعَةُ الضَّلاَلـَةُ، وَالثَّانِيَةُ : مَا أُحْدِثَ مِنَ الْخَيْرِ لاَ خِلاَفَ فِيْهِ لِوَاحِدٍ مِنْ هذا ، وَهَذِهِ مُحْدَثَةٌ غَيْرُ مَذْمُوْمَةٍ (رواه الحافظ البيهقيّ في كتاب " مناقب الشافعيّ)

“Perkara-perkara baru itu terbagi menjadi dua bagian. Pertama: Perkara baru yang menyalahi al-Qur’an, Sunnah, Ijma’ atau menyalahi Atsar (sesuatu yang

Penjelasan Tentang Istihsan dari Beberapa Situs




Tentang Istihsan dan Pengertiannya
Assalamu ‘alaikum wr, wb.
Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan rahim-Nya kepada kita semua, amin.
Pak Ustadz, saya minta tolong diterangkan tentang makna istilah istihsan. Mengapa dalam mazhab Asy-syafi’i tidak dikenal istilah itu? Dan bisakah dijelaskan contoh kongkrit penggunaan istihsan dalam kehidupan nyata?

Sunday, 27 November 2016

Kenapa Saya Menolak Wahabi (3)



Kelompok Wahabi sering melontarkan tuduhan bid'ah, sesat, syirik, atau kafir kepada orang lain

Siapakah Muhammad bin Abdul Wahhab?

Kata “Wahabi” disandarkan kepada seseorang yang bernama Muhammad bin Abdul Wahab (dilahirkan pada tahun 1115 H atau 1701 M di Najd). Pada masa hidupnya, tidak ada ulama yang mengakui kualitas keilmuan Muhammad ibn Abdul Wahhab, artinya dia tidak diakui berkapasitas sebagai ulama oleh para ulama lainnya.  Namun, dengan kekurangan ilmunya itu, dia lancang mengeluarkan pendapat-pendapat sendiri di bidang agama yang berbeda dengan pemahaman para ulama sebelumnya sehingga akhirnya dia terjebak pada penyimpangan dan kesesatan di bidang agama.

Saturday, 26 November 2016

Demo 212 Itu Dilindungi Undang-Undang



Jawaban Telak Habib Rizieq Syihab Bungkam Kapolri Terkait Larangan Demo
Posted: 23 Nov 2016 09:34 AM PST

Kapolri Jenderal Tito Karnavian resmi melarang Aksi Damai Bela Islam III di Jakarta pada Jum'at (2/12/16) mendatang. Dalam konferensi pers pada Senin (21/11/16), Kapolri didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
Aksi Damai Bela Islam III akan digelar dengan kemasan aksi gelar sajadah, doa bersama untuk negeri, dan Maulid Akbar. Dilaksanakan sejak pagi di sepanjang jalan Jenderal Sudirman dan Mh Thamrin Jakarta pada Jum'at (2/12/16)
Kapolri menyebutkan, alasan pelarangan karena berpotensi menganggu pengguna jalan lain dan menciptakan kemacetan serta mengganggu ketertiban umum. 

Terkait Konflik Rohingya, FPI Bersama Perwakilan Umat Islam Sambangi Para Bikshu




Posted: 25 Nov 2016 07:53 AM PST

FPI Online, Magelang - Sejumlah Organisasi Islam yang terdiri dari Front Pembela Islam (FPI),  Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI),  MCI, FJI, beberapa  LSM serta  para tokoh muslim   dan perwakilan umat Islam se-Kabupaten Magelang, Temanggung dan sekitarnya mendatangi para pemuka agama Budha di Vihara Candi Mendut di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jumat (25/11).

Tujuan perwakilan umat Islam menemui para Bikshu ini sebagai bentuk protes atas tragedi  pembantaian dan pembunuhan  massal atau genosida terhadap

Friday, 25 November 2016

Kenapa saya menolak Wahabi (2)




Sesungguhnya yang amat saya khawatirkan, jika Anda terus berada pada kelompok Wahabi adalah Anda akan gampang saja menuduh muslim lainnya kafir, musyrik, dan halal darahnya (halal untuk dibunuh).

Muhammad bin Abdul Wahhab, pendiri gerakan Wahabi ini berkata:

“Barang siapa yang masuk dalam dakwah kita, maka baginya hak sebagaimana hak kita, dan barang siapa yang tidak masuk dalam dakwah kita, maka dia kafir, halal darah dan hartanya”.
(Muhammad ibn Abdul Wahhab, Kasyfu al Syubuhat, [Saudi Arabia: Kementrian Wakaf dan Urusan Islam], hal. 7)

Tuesday, 22 November 2016

Jangan Memandang Enteng Pendapat Ulama




Kalau seorang ulama besar yang bertaqwa, apalagi ulama besar yang masa hidupnya berada pada generasi salaf (seperti Imam Syafi’i dan lain-lain), telah mengeluarkan sebuah kesimpulan dalam suatu urusan agama, maka ketahuilah bahwa kesimpulan tersebut adalah kesimpulan yang tidak main-main. Kesimpulan tersebut adalah kesimpulan yang lahir dari penguasaan berbagai disiplin ilmu agama (ilmu-ilmu tentang Alquran seperti tafsir dll, tentang hadits [seperti tentang sanadnya, matannya,asbabul wurudnya dsb], tentang bahasa, sejarah, dan sebagainya). Kesimpulan tersebut lahir dari pemahaman mereka yang komprehensif tentang dinul Islam ini. Sehingga benar-benar tidak bisa diremehkan.  

Mereka mengerti secara mendalam makna apa yang terkandung dalam sebuah hadits yang kadangkala tak dapat diketahui oleh orang awam. Mereka mengerti

Bagi yang Tak Menerima Bid’ah Hasanah




Lebih baik belajar lagi dan lagi


Bagi Anda-Anda yang masih belum bisa menerima dibolehkannya bid’ah hasanah dalam Islam, saya menganjurkan: dari pada Anda-Anda sibuk menyalah-nyalahkan orang lain, mencela bid’ah ke sana kemari, lebih baik Anda gunakan waktu dan energi Anda untuk mencari dan menyelami kenapa para ulama salaf itu sampai membenarkan adanya bid’ah hasanah.

Saya sebagai orang yang selama ini bergelut di bidang agama (bukan bermaksud untuk sombong loh ya) dan telah mempelajari aneka disiplin ilmu agama (seperti tafsir, fiqh, ushul fiqh, bahasa Arab, mustolahul hadits, ilmu balaghoh dan lain-lain) secara persis—dalam masalah bid’ah ini—menyadari bahwa sesungguhnya bukan mereka yang mengadakan maulid Nabi itulah yang salah. Bukan mereka yang membaca Yasin secara bersama-sama itulah yang salah.

Kenapa Saya Menolak Wahabi





Kata “wahabi” disandarkan kepada seorang tokoh yang bernama Muhammad bin Abdul Wahhab. Kalau saya sendiri, tak terlalu mempersoalkan nama itu, yang penting adalah substansinya. Ada beberapa hal yang membuat kelompok ini tak berkenan di hati saya, dan saya menganggap hal tersebut adalah hal yang urgen (penting/prinsipil). Saya sebutkan beberapa saja di sini: 

(1) mereka tak menerima adanya bid’ah hasanah. Mereka menganggap semua bid’ah itu sesat, sehingga banyak sekali amal saleh umat Islam yang mereka salah-salahkan. Padahal para ulama terdahulu (ulama salaf) yang tak bisa diremehkan kapasitas ilmunya telah menerangkan masalah bid’ah ini dan membenarkan adanya bid’ah hasanah (bid’ah yang baik). Klik di sini: tentang bid'ah.

Thursday, 17 November 2016

Risalah Ringkas Tentang Bid’ah



Ucapan Pak Guru benar, tapi pemahaman si murid yang salah. Akhirnya jadi begitu. Maka demikian pula sebagian manusia terhadap hadits Nabi saw. Ucapan Nabi benar, tapi karena pemahaman orang tersebut yang salah, akhirnya jadi kacau. Banyak orang yang dianggap sesat olehnya.



Pengertian Bid’ah

Bid’ah dalam pengertian bahasa adalah:

مَا أُحْدِثَ عَلَى غَيْرِ مِثَالٍ سَابِقٍ

“Sesuatu yang diadakan tanpa ada contoh sebelumnya”.

Dalam pengertian syari’at, bid’ah adalah:

اَلْمُحْدَثُ الَّذِيْ لَمْ يَنُصَّ عَلَيْهِ الْقُرْءَانُ وَلاَ جَاءَ فِيْ السُّـنَّةِ.

“Sesuatu yang baru yang tidak terdapat penyebutannya secara tertulis, baik di dalam al-Qur’an maupun dalam hadits”. (Sharih al-Bayan, j. 1, h. 278)

Seorang ulama bahasa terkemuka, Abu Bakar Ibn al-‘Arabi menuliskan sebagai berikut:

لَيْسَتْ البِدْعَةُ وَالْمُحْدَثُ مَذْمُوْمَيْنِ لِلَفْظِ بِدْعَةٍ وَمُحْدَثٍ وَلاَ مَعْنَيَيْهِمَا، وَإِنَّمَا يُذَمُّ مِنَ البِدْعَةِ مَا يُخَالِفُ السُّـنَّةَ، وَيُذَمُّ مِنَ الْمُحْدَثَاتِ مَا دَعَا إِلَى الضَّلاَلَةِ.

“Perkara yang baru (Bid’ah atau Muhdats) tidak pasti tercela hanya karena secara

Wednesday, 16 November 2016

Dalil dan Keutamaan Maulid Nabi (Dilengkapi Bantahan Terhadap Para Pencelanya)


Sejarah Peringatan Maulid Nabi SAW

Peringatan Maulid Nabi saw pertama kali dilakukan oleh raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata: “Raja Muzhaffar mengadakan peringatan maulid Nabi pada bulan Rabi’ul Awwal. Beliau merayakannya secara besar-besaran. Beliau adalah seorang pemberani, pahlawan, alim dan seorang yang adil -semoga Allah merahmatinya-”.

Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn al-Jauzi bahwa dalam peringatan tersebut  raja al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh ulama dari berbagai disiplin ilmu, baik ulama fiqh, ulama hadits, ulama kalam, ulama ushul, para ahli tasawwuf dan lainnya. Sejak tiga hari sebelum hari pelaksanaan beliau telah melakukan berbagai persiapan. Ribuan kambing dan unta disembelih untuk