Friday, 3 February 2017

O, Jadi Karena Habib Rizieq Pernah Menolak Suap 1 Trilyun Toh!



Mengutip dari laman facebook Nanik Sudaryati yang mengungkapkan sebuah rahasia yang selama ini tidak publik ketahui mengenai apa yang sesungguhnya terjadi pada Habib Rizieq selama kasus penista agama berlangsung.

Melalui halaman facebooknya, Nanik Sudaryati menjelaskan apa yang pernah Habib Rizieq kemukakan kepadanya dalam pertemuan yang tanpa direncanakan dua hari lalu.

Nanik mengaku bahwa Habib Rizieq pernah akan diberi 1 Triliun oleh taipan agar tidak menuntut si penista agama dengan mengurungkan Aksi 212 dan aksi-aksi lainnya, namun secara tegas Habib Rizieq menolaknya.

Habib Cepat Dijadikan Tersangka, Ahok kok Lamaaaaa Banget?



Polda Jawa Barat menetapkan Habib Rizieq Syihab sebagai tersangka atas kasus dugaan penodaan Pancasila dan pencemaran terhadap Sukarno, Senin (30/1/2017) petang.
 
Menanggapi penetapan status tersangka yang dinilai sebagai kriminalisasi terhadap ulama itu, umat Islam menyuarakan protes melalui Twitter dengan tagar #UmatIslamSiaga1.

Banyaknya netizen yang menggunakan tagar #UmatIslamSiaga1 membuat tagar itu dengan cepat menjadi trending topic.

Komisi III DPR RI Bercerita; Tahun 1964 Ketika PKI Berkhianat, Pecahan Uang Indonesia Berlogo Palu Arit



Rakyat Indonesia tanpa sadar sedang dipecah belah. Perbedaan di antara masyarakat dipertajam di tengah situasi ekonomi dan sosial yang semrawut.

Bahkan, kasus peredaran percakapan mesum yang diduga antara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, dengan Firza Husein lewat pesan whatsapp, bisa menjadi salah satu bukti kekacauan sedang terjadi.

Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii, mengatakan, banyak orang yang terkecoh dengan pemberitaan kasus itu. Padahal, setelah diamati dengan hasil analisa beberapa pakar dan pemerhati
‎, yang sedang terjadi hari ini adalah upaya untuk menciptakan kekisruhan, upaya memunculkan saling kecurigaan, upaya memantik rasa permusuhan.

Aksi Bela Ulama, Ribuan Umat Islam Kaltim Dukung FPI




Ribuan umat Islam dan masyarakat umum berbagai kalangan menggelar Aksi Bela Ulama dan Dukung FPI di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Samarinda, Senin (30/01/2017).

Aksi damai di bawah koordinasi Aliansi Masyarakat Bhinneka Tunggal Ika dan Umat Islam Kaltim ini digelar juga untuk menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin.

Aksi ini digelar guna menjaga agar tidak terjadi konflik horizontal di Kaltim khususnya. Serta menjaga stabilitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Siap Bela Ulama, 121 Ribu Santri Cianjur Siap Mati




Penetapan Ketua Umum FPI Habib Rizieq sebagai tersangka di Polda Jabar membuat Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Cianjur mengambil sikap. Mereka murka melihat situasi politik nasional yang dinilai semakin menyudutkan para ulama. FPP beserta asetnya, yaitu 121 ribu santri berencana akan melakukan tindakan, jika situasi tersebut tak kunjung mereda.

Pengurus FPP Kabupaten Cianjur, Abdul wahid Al Qudsih menegaskan, umat Islam tidak membenci Pancasila dan NKRI. Hanya saja umat Islam merasa miris dengan penangkapan dan diskriminasi yang dilakukan terhadap para ulama.

Penyadapan Bukan Delik Aduan, Polisi Harus Mengusut Ahok



Pernyataan Junimart Girsang terkait skandal penyadapan percakapan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua MUI K.H. Ma'ruf Amin, sangatlah menyedihkan.

Junimart menyebut tidak ada masalah dengan penyadapan. Penyadapan tidak dapat disebut illegal selama tidak digunakan untuk kejahatan. (Baca: Wow! Kader PDIP ini Bilang Penyadapan Maruf Amin Bukan Penyimpangan).

Sebagai anggota Komisi III DPR yang melingkup bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan; kita patut kecewa. Pasalnya, hukum tegas-tegas menetapkan hanya penyidik yang berwenang untuk menyadap. Wewenang itu pun dibatasi, harus dalam rangka penegakan hukum atas permintaan kepolisian, kejaksaan, dan/atau institusi penegak hukum lainnya yang ditetapkan berdasarkan UU.

Tokoh Tionghoa: Latihan Brimob di Dekat Ponpes Habib Adalah Teror!




Latihan tempur pasukan Brimob Polda Jawa Barat yang berlangsung di Mega Mendung, di dekat Pondok Pesantren Alam dan Agrokultural Markas Syariah pimpinan Habib Muhammad Rizieq Shihab, dinilai sebagai teror terselubung.

Koordinator Muslim Tionghoa Indonesia (MusTi), H.M. Jusuf Hamka, mengatakan, suara rentetan tembakan dan dentuman senjata di lembah Gunung Pangrango itu berlangsung sejak pukul 06.00, seperti yang terjadi pagi tadi. Hal itu membuat banyak warga merasa ketakutan.

Thursday, 2 February 2017

Surat Terbuka Ahli Hukum MUI Menjawab Permintaan Maaf Ahok



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli Hukum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Abdul Chair Ramadhan menulis sebuah surat terbuka untuk menanggapi permintaan maaf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin. Ahok meminta maaf setelah dikecam karena dinilai menghina Kiai Ma'ruf dalam sidang kedelapan kasus penistaan agama, Selasa (31/1).

Di akhir suratnya, Abdul Chair mengimbau para penasehat hukum Ahok bertaubat atas kesalahan membela orang yang telah menistakan agama. Berikut isi lengkap surat terbuka yang bertemakan “TANGGAPAN DAN BANTAHAN ATAS PERMINTAAN MAAF AHOK”:

Mahfud MD: Ini Kejahatan yang Sangat Besar dan Jelas



 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Penasihat Lembaga Bantuan Hukum PBNU Moh Mahfud MD tersentak mendengar suara rekaman pemeriksaan Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin dalam sidang penistaan agama, Selasa (31/1). Dalam percakapan itu, kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai mengancam Ma'ruf Amin dengan bukti rekaman.

"Ini adalah kejahatan yang sangat besar, dan jelas. Dia mengancam (KH Ma'ruf Amin) kok, namun dia ngeles tadi saat konferensi pers," kata Mahfud MD yang menjadi narasumber dalam acara Berita Hari Ini di stasiun TVOne, Rabu (1/2).

Proyek Reklamasi: Siapa Diuntungkan? Untuk Siapa???



Dua artikel di bawah ini, saya rasa patut untuk kita simak bersama agar kita tidak salah dalam mengambil sikap terkait reklamasi. Langsung saja, silakan.

Artikel Pertama:

'Reklamasi Teluk Jakarta untuk Siapa?'

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Ilham
Antara/Andika Wahyu
13 Apr 2016

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) DKI Jakarta menilai masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi keterbatasan lahan permukiman. Apalagi Jakarta mempunyai beberapa daerah penyangga seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor.

Sekarang Mereka Memfitnah Habib Dengan Wanita (Firza Husein)



Lagi-lagi fitnah menimpa Imam Besar FPI, yang sekarang telah dinobatkan pula sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia, Habib Rizieq Syihab. Kali ini ia difitnah ada main dengan seorang wanita yang disebut-sebut bernama Firza Husein. Mereka, para pembenci Habib Rizieq, merekayasa sebuah obrolan berbau pornografi demi mencemarkan nama baik ulama penegak amar makruf–nahi mungkar ini.

Siapakah Firza Husein?

Dari sumber yang saya baca, saya mendapati keterangan sebagai berikut:

Firza Husein adalah Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana (SSC). Menurut Firza, SSC dibentuk atas kegelisahan melihat carut-marutnya perkembangan bangsa ini.

Wednesday, 1 February 2017

Inilah Kesalahan Umat Islam Ketika Dulu Memilih Jokowi



Pada saat pilpres Jokowi atau Prabowo tahun 2014 lalu, kondisi saya sangat lemah dan hanya tergolek di atas kasur. Segala sesuatu harus dibantu oleh orang lain. Saya tak ikut pemilu karena kondisi kesehatan yang seperti itu.

Saya tak mengurusi apa pun karena tak bisa melakukan apa pun. Saya juga tak banyak tahu keadaan di luar sana, perkembangan Indonesia, perkembangan dunia dan lain-lain karena tak sanggup mendengar atau menonton apa pun termasuk berita. Saat itu diri saya sangat sensitif terhadap suara. Kepala saya sakit jika mendengar sesuatu yang menurut standar saya berisik pada saat itu (padahal menurut ukuran orang normal volume sedemikian itu belum berisik).