Wednesday, 9 November 2016

Sang Presiden Telah Telah Memperlakukan Ulama Seperti Ayam




Kondisi akhir-akhir ini membuat saya teringat dengan penjelasan salah satu kiyai saya di masa kecil. Kiyai panutan saya itu, dahulu, menjelaskan adanya orang yang memperlakukan ulama layaknya ayam.

Ketika kami kebingungan mencerna penjelasan Pak Kiyai, beliau memberikan analogi yang sangat gamblang sehingga saya benar-benar memahami maksud Pak Kiyai dan masih ingat sampai sekarang, saat masa belajar di madrasah telah berlalu sekian puluh tahun.

Pak Kiyai pun menyampaikan pertanyaan kepada kami.

Acara Hitam Putih Batal Menghadirkan Aa Gym, Kenapa?



Kiyai Haji Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym batal hadir di acara Hitam Putih Rabu (9/11) malam ini. Di Fans Page Facebook resminya, Aa mengunggah gambar pembatalan dengan menyertakan keterangan bernada tegar.

"Maaf sahabatku. Menurut Menajemen Hitam Putih, nanti malam Aa batal di acara Hitam Putih. Alhamdulillah. Ini pasti yang terbaik; bisa kumpul dengan santri di Pesantren. Alhamdulillah." tulis pendiri sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini.

Unggahan yang baru diposting selama 30-an menit saat berita ini ditulis itu mendapatkan tanggapan yang beragam dan ramai diperbincangkan. Dalam kurun waktu tersebut, unggahan Aa sudah dibagikan sebanyak 300-an kali dan dikomentari secara beragam.

Inilah Karomah Habib Rizieq Menurut Ustad Arifin Ilham



FPI Online, Jakarta - Saat terjadi tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian, Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Habib Muhammad Rizieq Syihab tetap tegar berdiri di mobil komando untuk mengatur massa Aksi Bela Islam.

Saat hujanan tembakan tersebut, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu tetap lantang bersuara. "Umat tahan, jangan sampai menyerang. Kita ini aksi damai, sejak awal kita komitmen akan aksi damai," ujarnya saat itu, Jumat (4/11).

Ia terus mengucapkan zikir dan doa sambil menyerukan agar para laskar

Sebelas Kejanggalan Ahmad Syafi’i Ma’arif Saat Tampil di ILC (8/11)


#ILC411 pada Selasa (8/11) malam masih menjadi perbincangan yang seru. Ahmad Syafii Maarif turut diundang dalam acara yang dipandu oleh Karni Ilyas ini.

Ahmad Syaffi Maarif hanya bicara selama enam menit delapan belas detik di sesi pertama. Tapi, ada 11 kejanggalan yang kami temukan.

Sebabkan Din Syamsudin Tidak Hadir
Dalam rilis resmi yang diterima Karni Ilyas, Prof Dr Muhammad Din Syamsudin menyebutkan bahwa dirinya urung hadir di ILC malam itu karena adanya Syafii Maarif. Din menegaskan sikapnya bahwa Ahok melakukan penistaan terhadap Agama Islam, sementara Syafii Maarif bersikap sebaliknya. Din tidak mau

Tak Hadiri ILC Malam Ini, Alasan Din Syamsuddin Mengagumkan


Indonesia Lawyer Club (ILC) Selasa (8/11) malam menjadi pusat perbincangan. Acara diskusi yang dipandu oleh Karni Ilyas ini membahas tema 'Setelah 411'. Diskusi bernas yang ditayangkan oleh salah satu televisi Nasional ini membahas Aksi Damai Bela Islam dan Bela Negara yang dihelat Jum'at (4/11) lalu dan apa yang akan dilakukan setelahnya.

Acara talk show ini dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid Kiyai Haji Abdullah Gymnastiar (AA Gym), dan tokoh-tokoh Nasional lainnya.

Saat berita ini diterbitkan, acara ILC masih berlangsung. Sejumlah tokoh sudah menyampaikan pendapatnya. Jenderal Gatot Nurmantyo mendapatkan banjir

Polri Gelar Perkara Terbuka, Munarman: Itu Didesain untuk Bela Ahok


FPI ONLINE, Jakarta - Panglima Aksi Bela Islam Munarman,SH angkat bicara terkait rencana Polri menggelar perkara terbuka atas kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kapolri Jenderal Tito Karnavian memutuskan akan gelar perkara ke publik kasus tersebut, sebagaimana intruksi Presiden Joko Widodo.

Kata Munarman, dalam gelar perkara terbuka kemungkinan saksi dan ahli yang diminta pendapatnya itu 70% membela Ahok, sementara 30% yang menyatakan Ahok melanggar. 

Dengan begitu, kata Munarman, polisi bekerja seperti pengacara Ahok. "Kita yang

Demo 4/11 Demo Bayaran?



Argumen Ini Banyak Sadarkan Mereka Yang Sebut Demo 4 Nov 16 Sebagai Demo Bayaran 

Seorang tetangga kampung membuat status terkait aksi damai 411. Katanya, peserta Aksi Bela Islam dan Bela Negara di Jakarta Jum'at (4/11/16) lalu mendapatkan uang lima puluh ribu rupiah dan satu bungkus nasi.

Jujur, saya tergelitik untuk berkomentar. Saya bilang, "Saya, tiga anak saya, satu adik ipar, dan menantu saya ikut aksi damai tersebut. Dan kami tidak mendapatkan uang atau nasi bungkus seperti yang difitnahkan."

Tetangga lain, yang juga beragama Islam, juga menyebutkan bahwa para peserta Aksi Bela Islam dan Bela Negara mendapatkan uang makan dengan jumlah yang fantastis, lima ratus ribu rupiah, menurutnya.

Dua komentar orang ini, dan komentar fitnah banyak orang di luar sanalah yang membuat sata terketuk untuk menuliskan artikel ini.

Gini ya. 

Siapa pun Anda yang mengatakan, menyatakan, mendukung, menyebarkan, atau menyepakati bahwa para peserta aksi damai 411 mendapatkan uang, setidaknya pikirkan satu hal; siapkan jawaban dan pertanggungjawaban di akhirat atas pertanyaan dan tuntutan dua juta orang peserta aksi yang tidak mendapatkan uang sebagaimana Anda fitnahkan.

Jika hitungan sederhananya, seperti versi pemfitnah, bahwa satu orang mendapatkan uang lima puluh ribu rupiah dan satu bungkus nasi (anggap saja harganya sepuluh ribu rupiah), maka satu orang berhak mendapatkan enam puluh ribu rupiah.

Hitungannya; 2.000.000 (peserta aksi) X Rp 60.000 = Rp 120.000.000.000 (120 Milyar).

Ini jumlah yang harus Anda pertanggungjawabkan di akhirat, sebab Anda telah memfitnah para peserta aksi mendapatkan uang sejumlah itu.

Apakah mereka yang memfitnah memiliki kekayaan 120 Milyar dalam seluruh umur hidupnya? Jangan-jangan, saat gajinya dikumpulkan seumur hidup pun gak ada satu milyar. Apalagi 120 milyar.

Nah, nilai itu akan semakin banyak jika tuduhan Anda; setiap peserta aksi mendapatkan uang lima ratus ribu!

Eh, belum selesai. Hitung-hitungan itu HANYA untuk SATU DOSA FITNAH yang Anda lakukan di HARI ITU (4/11/16) loh. Belum termasuk dosa lain di hari-hari lain.

Jika tidak bisa pertanggungjawabkan, bertaubatlah segera. Semoga kita diberi hidayah.

Wallahu a'lam. [Om Pir/Tarbawia]

Indonesia Terancam: 6 Ancaman Nasional Menurut Panglima TNI Gatot Di ILC 8 November 2016

Perhatikan dan Simak Baik-baik, 6 Ancaman Nasional Menurut Panglima TNI Gatot Di ILC 8 November

POS-METRO.COM - Di acara yang dipandu oleh Karni Ilyas itu, Panglima TNI berbicara tentang dampak peak oil theory (teori puncak minyak) terhadap geopolitik dunia dan Indonesia.

Menipisnya produksi minyak, kata Gatot, membawa dampak berantai, seperti perubahan gaya hidup dan model bisnis, krisis/depresi ekonomi, hingga meningkatnya kejahatan dan konflik.

“Depresi ekonomi pasti sebanding dengan meningkatanya kejahatan dan konflik. Dan bermuara pada persaingan global,” kata Gatot.

Di sisi lain, populasi dunia terus bertambah, yang di tahun 2017 akan berjumlah

Catat ! Panglima TNI : Saya Melihat dengan Jelas, yang Membuat Rusuh Bukan Pendemo.


POSMETRO INFO - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, menegaskan, kericuhan dalam unjuk rasa 4 November 2016 kemarin bukan dilakukan para pendemo. Pelakunya adalah orang-orang di luar barisan pengunjuk rasa yang memang sengaja ingin membuat suasana kacau.

“Demonya benar-benar tertib. Pada saat ada polisi yang tertusuk, langsung mundur dan diselamatkan pakai ambulans. Aparat tidak bereaksi,” ujarnya dalam acara Indonesia Lawyers Club di TVOne, Selasa, 8 November 2016.

Menurutnya, sehari sebelum unjuk rasa digelar, ia bersama Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian mengumpulkan semua komandan. Dalam kesempata itu Gatot

Tuesday, 8 November 2016

Pesan Utama: Jangan Kobarkan Peperangan!


Seruan Untuk Berhati-hati dan Waspada
(penting, mohon di-share/bagikan)

Saudara-saudaraku seiman, sebangsa, dan setanah air, terutama para tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat

Izinkan saya sebagai seorang muslim menjalankan tugas saya untuk saling mengingatkan di antara kita (tawasou bil-haq wa tawasou bis-sobr).

Berkenaan dengan kasus Ahok yang telah sama-sama kita ketahui, jutaan umat Islam telah melakukan aksi demo pada 4 Nov 2016. Demo tersebut merupakan demo ke-2 dari demo sebelumnya. Saya selama ini termasuk orang yang setuju dan mendukung aksi demo-demo tersebut sesuai dengan kemampuan saya, karena menyampaikan aspirasi dan menegakkan kebenaran adalah hak dan sekaligus kewajiban umat Islam. Sambil mendukung, saya juga berupaya

Sunday, 6 November 2016

Tokoh Masyarakat Tionghoa: "Tak Ada Ma'af, Ahok Orang Jahat, Harus Ditangkap !"





beritaviral.org - Tokoh masyarakat Tionghoa Non Muslim, Lieus Sungkharisma hadir dan memberi dukungan dalam Aksi Bela Islam, sebagai respon atas penistaan agama yang dilakukan Ahok.

Lieus, di hadapan ratusan ribu Umat Islam yang tumpah ruah ke jalan, menyatakan aksi tersebut sangat wajar dan bukan aksi rasialis.

“Hari ini adalah hari kemenangan kita, rakyat Jakarta, setelah Ahok dilindungi dari kasus Sumber Waras, dari kasus reklamasi. Hari ini Tuhan memberikan

Saturday, 5 November 2016

Demo 4 Nov 2016 Sejatinya Memang Aksi Damai (Foto-Foto)

Berikut ini adalah foto-foto yang menggambarkan bahwa aksi 4 November 2016 itu sejatinya adalah aksi damai kalau saja tak dicemari oleh para provokator dan Pak Jokowi mau menanggapinya secara serius dan positif:

seorang aparat menolong seorang peserta demo yang sedang berwudhu
para peserta demo dan para petugas/aparat shalat berjamaah dengan satu imam (Imam shalatnya sama)
Nasi kotak untuk para peserta demo dari orang-orang yang bersimpati
Para santriwati Darut Tauhid membersihkan jalan dari sampah
Para peserta demo melaksanakan shalat Ashar berjamaah
Provokatorlah yang membuat kerusuhan

Anggota FPI justru bikin pagar betis untuk melindungi aparat
 
Peserta demo berbagi makanan dengan petugas kepolisian. Sang petugas tersenyum dan menyambut positif