Ini adalah bagian
terakhir dari 3 tulisan. Jika Anda belum membaca bagian pertama dan keduanya,
maka silakan klik di sini: bagian 1 ; bagian 2
Baiklah, kita
lanjutkan. Yang termasuk perkara syirik lainnya adalah:
5) Menganggap
ada orang atau sesuatu yang setara atau sama persis dengan Allah, baik dalam
keseluruhan sifat/kemampuan Allah ataupun dalam sebagiannya.
Contoh: misalkan Anda
mengetahui seseorang yang sakti, katakanlah ia bernama si C. Anda menganggap si
C punya kemampuan mengetahui segala sesuatu. Anda meyakini bahwa apapun yang
Anda lakukan, apapun yang Anda pikirkan, apapun yang Anda ucapkan di dalam hati
Anda, di mana pun dan kapan pun, pasti akan diketahui oleh si C itu karena
saking saktinya dia. Maka jika seperti ini keyakinan Anda tentang si C itu,
berarti secara sadar atau pun tidak, Anda telah menganggap si C setara dengan
Allah. Ini adalah syirik, meskipun dalam hal kemampuan yang lain Anda tidak
menganggap si C sampai sehebat itu.











